Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran Pesanan Kue
Solo – Seperti pada hari-hari menjelang Idul Fitri 10 tahun terakhir, pada tahun ini SMKN 4 Solo juga kebanjiran pesanan beranekaragam kue dan snack. Hal ini juga merupakan program business center setiap tahunnya di SMKN 4.
Koordinator business center SMKN 4, Hendrina Widiastuti, mengatakan bahwa sejak 10 Agustus 2010 yang lalu, pemasaran sudah dilakukan. Untuk saat ini, kami sudah tidak menerima pesanan,” tambahnya. Ia juga mengungkapkan bahwa tim pemasaran terdiri dari siswa kelas X, sedangkan tim produksi adalah siswa kelas XI dan kelas XII yang telah diseleksi untuk dapat bekerja dari pagi hingga waktu berbuka. Siswa yang telah terpilih tersebut nantinya juga akan digaji. “Karena banyaknya pesanan, kami memang memberlakukan system bekerja untuk siswa. Kelas 1 juga dilibatkan namun hanya 1 orang karena kami benar-benar memilih siswa yang disiplin, berkemauan keras, mandiri, dan berkomitmen,” ujarnya.
Berbagai macam produk yang dipasarkan antara lain kastengel, sagu keju, kue salju, katetong atau lidah kucing, dan aneka kue semprit. Pada hari-hari selain menjelang lebaran, SMKN 4 juga melayani pesanan catering. Dalam sehari, untuk pemuatan kue lebaran ini dibutuhkan 37,5 kg gandum dan 10 kg telur.
Hendrina mengungkapkan, bagi pemesan yang akan menjual kembali tidak perlu menggunakan modal untuk membeli kue-kue tersebut terlebih dahulu. Ketika kue-kue laku, konsumen baru membayar ke SMKN 4. “Kami berjualan berdasarkan kepercayaan saja karena konsumen kami merupakan pelanggan dari tahun ke tahun. Untuk menjual kembali, mereka hanya mengeluarkan uang sebesar Rp 2500,00 untuk membeli contoh kue,” terangnya. Menurut perhitungan, bisnis ini dapat menghasilkan omset per harinya sebesar Rp 2 juta.
Sementara itu, Kepala SMKN 4, Sugiyarto, mengatakan bahwa kegiatan ini dilaksanakan setiaptahun sebagai pembelajaran anak untuk dipersiapkan sebagai wirausahawan yang handal. “Sebelumnya, kami mencetak lulusan yang cepat mendapatkan pekerjaan, namun pada tahun ini lebih difokuskan siswa dapat membuat usaha sendiri setelah lulus. Selain dapat mengelola sendiri, mereka juga dapat memberdayakan masyarakat di sekitarnya,” jelasnya.
Seorang pembeli bernama Umi Marwiyanti, berpendapat bahwa kue-kue yang diproduksi oleh SMKN 4 tersebut lebih terpercaya karena langsung dari oven dan bukan stock seperti yang ada di toko-toko. “Sudah mulai beberapa tahun ini saya menjadi pelanggan tetap di sini karena harganya yang standard an rasanya tidak kalah dengan yang dijual di took-toko. Biasanya kue-kue yang saya beli dimanfaatkan sebagai suguhan maupun bingkisan lebaran kepada kerabat,” tuturnya.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Bisnis Perumahan di Solo Kian Ramai
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
- 19 Mei, AkBer Solo Rayakan Ultah Pe...
- Pendaftar SMP RSBI Solo Membludak
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...