Laut Biru Belum Puas, Tunggu Aksi Lanjutan GMC

Pembuktian Aksi Blindreading GMC

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Jumat, 3 September 2010 | 08:16 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/niar
Tifanie sedang berusaha menebak warna kartu UNO. (2/9)

Solo – Karena banyaknya pro dan kontra yang ditujukan kepada Genius Mind Consultancy (GMC) dari berbagai pihak, Komunitas Rubik Laut Biru, Kamis (02/09) di Moen-moen Steak memberikan sebuah tantangan pembuktian kebenaran blindreading setelah anak mengikuti program aktifasi otak tengah.

Pihak GMC yang membawa 2 muridnya, Tifanie dan Yehuda, mempertunjukkan aksi blindreadingnya di depan para anggota komunitas Laut Biru dan timlo.net. Soal dan cara penutupan mata ditentukan oleh pihak Laut Biru. Soal pertama adalah menebak warna kartu UNO yang dibawa oleh GMC. Penutup mata juga milik kedua anak tersebut. Laut biru meminta agar ketika menebak, kartu berada sejajar lurus dengan mata. Soal kedua adalah menyusun rubik 1 warna. Dari kedua soal yang dilakukan berkali-kali tersebut, anak dapat menyebutkan dengan benar namun juga ada yang salah. Termasuk ketika menyusun rubik.

Metode penutupan mata dilakukan dengan berbagai cara, seperti dengan memejamkan mata saja, menutup dengan kertas tissue terlebih dahulu kemudian dengan kain penutup mata. Selain itu, dicoba juga cara menutup mata dengan tangan oleh Arman, salah seorang anggota komunitas rubik Laut Biru untuk memastikan tidak ada celah-celah di bawah mata yang dapat memungkinkan anak dapat melihat. Cara-cara yang telah ditentukan tersebut ternyata mengganggu anak-anak tersebut karena membuat indera penciuman dan pendengaran bekerja kurang leluasa. “Mereka ini baru pemula sehingga belum dapat menggunakan cara-cara yang yang terlalu berbeda dengan yang diajarkan. Sebenarnya, dengan keadaan lebih gelap mereka lebih mudah untuk menggunakan kepekaan mereka,” kata  seorang motivator anak sekaligus pengajar GMC, Kak Sugeng.

Meskipun lebih banyak menunjukkan keberhasilan, komunitas Laut Biru kurang merasa puas karena mereka melihat anak-anak tersebut masih sering mendongakkan kepala. “Ketika mereka menggerakkan anggota tubuh mereka salah satunya kepala, mereka sedang berusaha mencari gelombang untuk dapat mengirimkan pesan ke otak,” jelas Kak  Sugeng.

GMC menjanjikan tindak lanjut mengenai pembuktian tersebut agar komunitas Laut Biru dan masyarakat lainnya dapat terjawab rasa keingintahuannya. “Ke depan saya akan tampilkan anak yang sudah lebih matang,” ungkap kak Sugeng.

Dikirim melalui Timlo.Net - Portal Informasi Solo  
        

Berita Terkait

Komentar

  1. agus

    kurang lengkap nih FR nya
    gak disebutin yg berhasil pas test yang seperti apa, yang gagal pas dibagian test apa.

    btw.. ditunggu FR selanjutnya

  2. joekill

    Sudah gagal kan, ga usah banyak alasan lagi deh.

  3. bowo

    gagal apanya … lha saya sendiri lihat anak saya sendiri banyak pengaruh positifnya. bagi saya … FR nggak penting … yang penting … ada peningkatan belajarnya.

  4. lautbiru

    saya dan temen2 belum yakin dan gak akan yakin bahwa itu benar, bisa melihat / membaca dengan mata tertutup, karena menurut test kemaren, anak2 GMC gagal dalam pembuktiannya: karena selalu mendongak atau dapat diartikan mengintip dari bawah!!!!
    maaf kalau kata2 kurang berkenan… karena belum ada kebenarannya

  5. wh1t3_cr@ck3r

    betuL..
    byk artikeL yg menunjukan pembuktian nya gagaL semua

  6. yudhi begex

    saya masih menunggu pembuktian GMC seperti yang dijanjikan

Tulis Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. wajib diisi yang bertanda *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan JS 300×125