Siswa YPAC Kenang WS. Rendra
Solo – Dalam rangka memperingati 1 tahun wafatnya penyair WS. Rendra, 100-an siswa-siswi Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) yang terdiri dari siswa TK, SD, SMP, dan SMA yang semuanya merupakan pendidikan luar biasa, digandeng Republik Aeng-aeng menggelar acara baca pusisi karangan WS. Rendra. Acara digelar hari ini (30/7) di Pendapa YPAC.
Sebanyak 5 siswa YPAC yang berbakat membaca puisi ditunjuk untuk menampilkan kebolehannya membaca puisi WS. Rendra. “Hanya 5 orang saja karena kami mengarahkan anak sesuai bakat dan kesukaannya saja. Pendidikan di YPAC ini lebih mengarah pada pengembangan telenta yang mereka miliki untuk mempertebal rasa percaya diri,” jelas Sugian Noor, kepala bagian pengembangan bakat anak YPAC.
Acara yang diawali dengan doa bersama untuk WS. Rendra dan dipimpin oleh salah seorang siswa dari Aceh bernama Iqbal ini digelar agar anak dapat lebih mengenal sosok WS. Rendra. Sugian merasa bahwa peran dan hasil karya penyair di Indonesia perlu lebih diapresiasi lagi, salah satunya dengan acara semacam ini. Ia menilai WS. Rendra sebagai corong masyarakat. “ Hal-hal mengenai kehidupan manusia dari berbagai kalangan dapat terakomodir dengan karya-karyanya. Menurut saya, ia pandai mengkritisi setiap hal yang terjadi di setiap lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Puisi yang dibacakan antara lain Sajak Sebatang Lisong, Sajak Orang Lapar, Makna Sebuah Titipan, dan beberapa macam puisi WS. Rendra yang lain. Seorang siswa kelas 6 SDLB bagian D (untuk tuna daksa) bernama Muhammad Akbar yang menmbacakan puisi berjudul Makna Sebuah Titipan mengungkapkan bahwa puisi yang dibacakannya menggambarkan sebuah impian yang diinginkan oleh anak-anak. “Untuk mendapatkan impian tersebut, kita harus berusaha, memiliki rasa percaya diri, dan rajin beribadah, tidak hanya memperhitungkan hal-hal duniawi saja. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, nikmat yang ada di dunia dapat selalu dirasakan dan tidak akan takut ketika kehilangan kekayaan duniawi,” jelasnya.
Berita Terkait
Komentar
Tulis Komentar
Berita Terkini
- Kliwonan, Pasar Kambing Khas Giriwo...
- 2013, Jam Kerja Pengawas Sekolah Di...
- Pertanian di Sragen Hadapi Sembilan...
- 36 Kandang Ayam di Sukoharjo Dimoni...
- Menyulap Kerasnya Batu Menjadi Rupi...
- Paski Jateng Ingin Orbitkan Komedia...
- Bupati Wonogiri Diminta Lebih Pro-R...
- PAD Sektor Tambang Diprediksi Naik ...
- 23 Pebruari, PNS Solo Pakai Seragam...
- Ultah, Tarakanita Gelar Pengobatan ...
- Akhir 2012, Mojosongo Dibangun Rusu...
- Penyaluran Raskin Masih Gunakan Dat...
- Lama Kumpul Kebo, Akhirnya Bisa Res...
- Retno Wulansari: Public Relations A...
- DPRD Jateng: RSBI Tak Boleh Tarik P...
Berita Terpopuler
- Singa Jurug Terlepas, TSTJ Dijaga...
- Ultah ke-12, Pasoepati Tabuh...
- Pramekers Siap Hengkang dari...
- 4 KA Prameks Baru Siap Meluncur
- Stasiun Delanggu & Stasiun Ceper...
- Sritex Bakal Rekrut 10 Ribu...
- Hiiiiii..! Di Sini Ada Mumi
- Tengkorak Manusia Gegerkan Warga...
- "Penampakan" di Mal
- Singa Jurug Terkam Onta Hingga...
- RSI Klaten Berhasil Tangani Bayi...
- Persis Solo Persiapkan Diri Menjamu...
- Tiap Kamis, PNS Solo Wajib Pakai...
- Jokowi: Pedagang Klewer Jangan...
- Uji Emisi, Mobil Esemka Bakal...

takut akan Tuhan itu yang pertama, dunia ini fana.