Berita Terkini
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
- Jadwal Realisasi DAK Dikhawatirkan…
- Taman Disperindag Awal Dari Kawasan…
- Walikota Sidak Pembangunan Taman…
- Susun Kliping gaya Anak Kampung…
- Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran…
- H-4 Lebaran Pasar Masih Sepi
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Tunjangan Provinsi Guru WB Segera…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
Siswa YPAC Kenang WS. Rendra
Solo – Dalam rangka memperingati 1 tahun wafatnya penyair WS. Rendra, 100-an siswa-siswi Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) yang terdiri dari siswa TK, SD, SMP, dan SMA yang semuanya merupakan pendidikan luar biasa, digandeng Republik Aeng-aeng menggelar acara baca pusisi karangan WS. Rendra. Acara digelar hari ini (30/7) di Pendapa YPAC.
Sebanyak 5 siswa YPAC yang berbakat membaca puisi ditunjuk untuk menampilkan kebolehannya membaca puisi WS. Rendra. “Hanya 5 orang saja karena kami mengarahkan anak sesuai bakat dan kesukaannya saja. Pendidikan di YPAC ini lebih mengarah pada pengembangan telenta yang mereka miliki untuk mempertebal rasa percaya diri,” jelas Sugian Noor, kepala bagian pengembangan bakat anak YPAC.
Acara yang diawali dengan doa bersama untuk WS. Rendra dan dipimpin oleh salah seorang siswa dari Aceh bernama Iqbal ini digelar agar anak dapat lebih mengenal sosok WS. Rendra. Sugian merasa bahwa peran dan hasil karya penyair di Indonesia perlu lebih diapresiasi lagi, salah satunya dengan acara semacam ini. Ia menilai WS. Rendra sebagai corong masyarakat. “ Hal-hal mengenai kehidupan manusia dari berbagai kalangan dapat terakomodir dengan karya-karyanya. Menurut saya, ia pandai mengkritisi setiap hal yang terjadi di setiap lapisan masyarakat,” ungkapnya.
Puisi yang dibacakan antara lain Sajak Sebatang Lisong, Sajak Orang Lapar, Makna Sebuah Titipan, dan beberapa macam puisi WS. Rendra yang lain. Seorang siswa kelas 6 SDLB bagian D (untuk tuna daksa) bernama Muhammad Akbar yang menmbacakan puisi berjudul Makna Sebuah Titipan mengungkapkan bahwa puisi yang dibacakannya menggambarkan sebuah impian yang diinginkan oleh anak-anak. “Untuk mendapatkan impian tersebut, kita harus berusaha, memiliki rasa percaya diri, dan rajin beribadah, tidak hanya memperhitungkan hal-hal duniawi saja. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, nikmat yang ada di dunia dapat selalu dirasakan dan tidak akan takut ketika kehilangan kekayaan duniawi,” jelasnya.
Dilaporkan oleh Niar/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
30/07/2010

Tulis Komentar