1 Tahun meninggalnya WS. Rendra

Siswa YPAC Kenang WS. Rendra

Jum'at, 30 Juli 2010 | 19:23 WIB
Dok. Timlo.Net/niar
Wiji Lestari, salah satu siswa berbakat membaca puisi. (30/7)

Solo – Dalam rangka memperingati 1 tahun wafatnya penyair WS. Rendra, 100-an siswa-siswi Yayasan Pendidikan Anak Cacat (YPAC) yang terdiri dari siswa TK, SD, SMP, dan SMA yang semuanya merupakan pendidikan luar biasa, digandeng Republik Aeng-aeng menggelar acara baca pusisi karangan WS. Rendra. Acara digelar hari ini (30/7) di Pendapa YPAC.

Sebanyak 5 siswa YPAC yang berbakat membaca puisi ditunjuk untuk menampilkan kebolehannya membaca puisi WS. Rendra. “Hanya 5 orang saja karena kami mengarahkan anak sesuai bakat dan kesukaannya saja. Pendidikan di YPAC ini lebih mengarah pada pengembangan telenta yang mereka miliki untuk mempertebal rasa percaya diri,” jelas Sugian Noor, kepala bagian pengembangan bakat anak YPAC.

Acara yang diawali dengan doa bersama untuk WS. Rendra dan dipimpin oleh salah seorang siswa dari Aceh bernama Iqbal ini digelar agar anak dapat lebih mengenal sosok WS. Rendra. Sugian merasa bahwa peran dan hasil karya penyair di Indonesia perlu lebih diapresiasi lagi, salah satunya dengan acara semacam ini. Ia menilai WS. Rendra sebagai corong masyarakat. “ Hal-hal mengenai kehidupan manusia dari berbagai kalangan dapat terakomodir dengan karya-karyanya. Menurut saya, ia pandai mengkritisi setiap hal yang terjadi di setiap lapisan masyarakat,” ungkapnya.

Puisi yang dibacakan antara lain Sajak Sebatang Lisong, Sajak Orang Lapar, Makna Sebuah Titipan, dan beberapa macam puisi WS. Rendra yang lain. Seorang siswa kelas 6 SDLB bagian D (untuk tuna daksa) bernama Muhammad Akbar yang menmbacakan puisi berjudul Makna Sebuah Titipan mengungkapkan bahwa puisi yang dibacakannya menggambarkan sebuah impian yang diinginkan oleh anak-anak. “Untuk mendapatkan impian tersebut, kita harus berusaha, memiliki rasa percaya diri, dan rajin beribadah, tidak hanya memperhitungkan hal-hal duniawi saja. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, nikmat yang ada di dunia dapat selalu dirasakan dan tidak akan takut ketika kehilangan kekayaan duniawi,” jelasnya.

Dilaporkan oleh Niar/Timlo.net

Foto Terkait

Berita ini telah dibaca 177 kali
Dikirim melalui Timlo.Net - Portal Informasi Solo  
       

Berita Terkait

Komentar Anda

yoga the kids
30/07/2010
takut akan Tuhan itu yang pertama, dunia ini fana.

Tulis Komentar