Calon Dokter yang Gemar Pramuka
Solo– Jambore Asia Pasifik di Korea Selatan yang akan diadakan selama seminggu, berawal dari tanggal 2 Agustus 2010 mendatang akan melibatkan 2 perwakilan siswa dari Solo. Salah satunya adalah Fanny Marsella Maharani Yudris.
Awalnya, siswi kelas 9 SMP Bintang Laut ini tidak menyangka bahwa guru-guru dan pembina pramuka di sekolahnya serta pejabat kwartir cabang akan merekomendasikan dirinya untuk mengikuti acara tersebut. Hal ini terjadi karena para guru dan pembina pramuka melihat prestasi dan dedikasi Fanny untuk pramuka yang tinggi. Segala jenis pelajaran mengenai pramuka seperti sandi morse, semaphore, tali temali, dan sebagainya dapat ia kuasai dengan baik. Ia mengaku mencintai kegiatan pramuka sejak SD.
“Waktu SD belum terlalu aktif dan suka dengan kegiatan pramuka. Saya hanya ikut saja karena mulai kelas 4 SD, pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib,” kata Fanny. Seiring berjalannya waktu, gadis yang lahir di Yogyakarta, 17 April, 14 tahun lalu ini mulai menggemari kegiatan pramuka hingga akhirnya kini ia aktif menjadi dewan galang yang bertugas membina dan membimbing adik-adik pramuka di sekolahnya. Dewan galang ini dipilih melalui pelatihan rutin yang diadakan oleh Yonif 413 Palur.
Anak pertama dari 2 berasudara pasangan dr. Muhammad Ferry Yudris dan Rachma ini mengaku sangat menggemari segala kegiatan yang ada dalam pramuka karena selalu ada hal baru yang ada di dalamnya. Selain itu, banyak hal yang mengajarkan tentang kehidupan bersosial dan tak hanya teori saja. “Saya suka apabila materi yang ada langsung diterapkan. Seperti dalam pramuka ini, banyak sekali materi yang mengajarkan bagaimana cara bertahan hidup dengan fasilitas yang seadanya,” ungkapnya. Ia juga mengatakan bahwa dengan kegiatan pramuka juga dapat mempertebal kerukunan, toleransi, dan kerja sama antar umat manusia. Tak hanya itu, ia menjadi semakin tertarik karena praktek-prakteknya dilaksanakan tidak pernah hanya berdiam di suatu tempat saja melainkan selalu mengajak untuk pergi dari tempat yang satu ke tempat yang lainnya. “Dengan model travelling, itu tidak pernah membuat saya bosan meskipun materi kadang diulang, prakteknya pun juga bervariasi, langsung pada kasus-kasus tertentu,” jelasnya.
Menjelang keberangkatannya, sejak beberapa waktu lalu Fanny mempersiapkan segala hal terutama pendalaman materi kepramukaan karena acara di Korea Selatan adalah jambore. Seperti yang telah menjadi kebiasaan, jambore merupakan ajang mempertunjukkan kepada rekan-rekan pramuka dari berbagai negara tentang apa yang telah didapatkan selama mengikuti kegiatan di daerah masing-masing.
Prestasi yang diraih Fanny tak hanya dari bidang pramuka saja. Ketika SD, ia memperoleh peringkat 3 nilai Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) terbaik di sekolahnya yaitu SD Tarakanita, Solo Baru. Dalam bidang pramuka, ia pernah menjadi juara 1 lomba sendratari untuk jambore yang diadakan di Pacitan.
Ia mengaku dengan berangkatnya ke Korea Selatan tidak akan mengganggunya dalam mengikuti pelajaran di sekolah kaena dukungan yang baik dari guru-guru dan orang tua membuatnya semangat untuk belajar lebih keras mulai dari sekarang untuk mengantisipasi ketinggalan dan tidak merasa terbebani ketika harus mengejar ketinggalan pelajaran sepulngnya dari Korea Selatan nanti.
Karena kegemarannya pada pramuka, ia ingin dapat selamanya aktif di pramuka selain meraih impiannya mejadi dokter juga. Ia berharap agar pramuka lebih dipromosikan bukan hanya kepada siswa sekolah saja tetapi juga kepada mahasiswa dan umum. “Manusia sekarang ini menurut saya lebih suka dengan hal-hal yang berbau teknologi. Hal tersebut tidak salah, tetapi ada baiknya apabila kita dapat mengimbangi dengan kegiatan-kegiatan yang bisa lebih mendekatkan alam pada kita, sehingga antara kita dan alam dapat terjalin suatu kedekatan,” urai gadis manis yang mengikuti ekstrakurikuler karawitan di sekolahnya ini.
Berita Terkait
Berita Terkini
- Piye Iki! Ikut Rekam E-KTP, Warga H...
- Sruti Respati dan Puteri Indonesia ...
- Kerabat Keraton Pertanyakan Hasil R...
- Ibu Muda Jual Sabu-sabu Ditangkap d...
- LUIS Minta Densus 88 Perbaiki Tekni...
- UPTPK Sragen Belum Punya Kendaraan ...
- Aneh, Ular Piton Ini Kerap Menangis...
- Museum Samanhudi Diresmikan
- 3% Pelaku Ekonomi Adalah Konglomera...
- Napak Budaya Samanhudi, Puluhan Gun...
- Amir Ambyah: Banyak Koperasi di Sra...
- Libur Panjang, Terminal Wonogiri Se...
- 19 Mei, AkBer Solo Rayakan Ultah Pe...
- Pendaftar SMP RSBI Solo Membludak
- Klinik KB Mojolaban Terbaik Se-Jawa...
Berita Terpopuler
- Selama di Jakarta, Jokowi Pilih...
- Kecelakaan Beruntun di Gembongan
- Akhirnya, Raja Kembar Solo Berdamai
- Foto Rekonsiliasi Dua Raja Beredar
- "Tukang Plat" Diberondong Tembakan
- Lha Ini, Akibat Merokok Sambil...
- Kecelakaan di Satelit Ngemplak, 1...
- 2 Raja Damai, Tedjowulan Pilih Jadi...
- Dua Raja Keraton Surakarta Bersatu


SMKN 2 Wonogiri Serius Rakit Truk M...
Purwantoro Masih Mengandalkan Indus...
Sendang Sinangka Saksi Bisu Perjuan...
Potret Wonogiri Terekam Dalam Pamer...
Pameran Produk Unggulan Wonogiri Di...
Kenakan Beskap, Bupati Wonogiri Lan...
Pangeran Sambernyowo Bagi Wonogiri ...