Dana BPMKS Tak Kunjung Cair
Solo – Dana Bantuan Pendidikan Masyarakat Kota Surakarta (BPMKS) yang kabarnya telah cair, ternyata belum merata di semua kecamatan. Seperti di Kecamatan Banjarsari, semua SD yang terletak di kecamatan ini masih menunggu proses pencairan dana tersebut.
Seperti yang telah disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kota (Dikpora) Solo Rakhmat Sutomo beberapa waktu lalu bahwa dana tersebut sangat berpengaruh bagi kelangsungan program-program sekolah. Ini dikarenakan untuk menentukan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (RAPBS).
Kepala SDN Ketelan, Joko Siswanto, mengatakan bahwa pihaknya telah mengecek rekening sekolah hari Kamis lalu (29/7) untuk mengetahui apakah BPMKS sudah cair atau belum. “ Kita sudah berusaha untuk mengecek ke rekening sekolah tetapi belum cair,” ungkapnya.
Sambil menunggu BPMKS cair, sekolah membuat RAPBS Sementara yang nantinya dapat berubah jika BPMKS sudah cair. “Orang tua siswa di sini tidak menanyakan keberadaan dana tersebut karena memang sudah tidak ada pungutan dari sekolah sebelumnya. Walau demikian jika dana tersebut sudah cair, pihak sekolah akan tetap mengadakan sosialisasi kepada orangtua siswa,” tambah Joko
Sementara itu, Kepala SDN Ngadisuman, Siti Murniatun, mengungkapkan bahwa pihaknya telah juga mengecek ke rekening tetapi belum cair. Menurutnya, keterlambatan ini dikarenakan ada sekolah lain dalam satu kecamatan yang belum menyelesaikan syarat-syarat ktentuan mendapatkan BPMKS.
Kepala Unit Pelaksanaan Tingkat Daerah (UPTD) Banjarsari, Alexander Parjiya, mengatakan bahwa cepat lambatnya pencairan juga dipengaruhi dari banyak sedikitnya jumlah sekolah di Kecamatan tersebut.
BPMKS ini merupakan program baru yang sampai saat ini berjalan dengan lancar, meskipun masih ada kendala untuk administrasinya. ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya bersungguh-sungguh dalam mengecek pemberkasan agar tidak ada masalah dikemudian hari. “Karena dana sudah tersedia, maka dana untuk semua kecamatan sebenarnya sudah bisa cair asalkan administrasi sudah beres. Meskipun belum cair, sebaiknya tidak terlalu mempengaruhi pembuatan RAPBS,” tambahnya.
Alex menghimbau jika nanti sudah menerima, supaya sekolah segera menyosialisasikan secara transparan kepada orangtua tentang penggunaan dana tersebut.
Berita Terkait
Komentar
Tulis Komentar
Berita Terkini
- Kliwonan, Pasar Kambing Khas Giriwo...
- 2013, Jam Kerja Pengawas Sekolah Di...
- Pertanian di Sragen Hadapi Sembilan...
- 36 Kandang Ayam di Sukoharjo Dimoni...
- Menyulap Kerasnya Batu Menjadi Rupi...
- Paski Jateng Ingin Orbitkan Komedia...
- Bupati Wonogiri Diminta Lebih Pro-R...
- PAD Sektor Tambang Diprediksi Naik ...
- 23 Pebruari, PNS Solo Pakai Seragam...
- Ultah, Tarakanita Gelar Pengobatan ...
- Akhir 2012, Mojosongo Dibangun Rusu...
- Penyaluran Raskin Masih Gunakan Dat...
- Lama Kumpul Kebo, Akhirnya Bisa Res...
- Retno Wulansari: Public Relations A...
- DPRD Jateng: RSBI Tak Boleh Tarik P...
Berita Terpopuler
- Singa Jurug Terlepas, TSTJ Dijaga...
- Ultah ke-12, Pasoepati Tabuh...
- Pramekers Siap Hengkang dari...
- 4 KA Prameks Baru Siap Meluncur
- Stasiun Delanggu & Stasiun Ceper...
- Sritex Bakal Rekrut 10 Ribu...
- Hiiiiii..! Di Sini Ada Mumi
- Tengkorak Manusia Gegerkan Warga...
- "Penampakan" di Mal
- Singa Jurug Terkam Onta Hingga...
- RSI Klaten Berhasil Tangani Bayi...
- Persis Solo Persiapkan Diri Menjamu...
- Tiap Kamis, PNS Solo Wajib Pakai...
- Jokowi: Pedagang Klewer Jangan...
- Uji Emisi, Mobil Esemka Bakal...

jangan sampai seperti persis, ngak cair cair.
salam edan tapi mapan dari pasoepati