Berita Terkini
- RSUD Surakarta Akan Lengkapi Kawasan…
- Truk Non Sembako Ngeyel Akan Ditilang…
- Pemudik Wajib Waspadai Pembiusan…
- Kantor Pelayanan Pemkot Tetap…
- Jadwal Realisasi DAK Dikhawatirkan…
- Taman Disperindag Awal Dari Kawasan…
- Walikota Sidak Pembangunan Taman…
- Susun Kliping gaya Anak Kampung…
- Jelang Lebaran, SMKN 4 Kebanjiran…
- H-4 Lebaran Pasar Masih Sepi
Berita Terpopuler
- Walikota Turut Mencoba BST
- Capai Kecerdasan Maksimal, Tujuan…
- Tunjangan Provinsi Guru WB Segera…
- Melepas Penat di Villa Park Banjarsari…
- Alunan Merdu Bengawan Solo Versi…
- Gereja Katolik Kecam Aksi Pembakaran…
- Pembuktian Aksi Blindreading GMC…
- Gerbong Khusus Wanita di Prameks…
- Hujan Gerimis Kirab Tumpeng Sewu…
- DAOP VI Lakukan Pengecekan dan…
SD di Solo Kekurangan Guru
Solo - Kurangnya guru SD di Solo yang mencapai 120-an berdampak pada meluapnya pekerjaan seorang guru yang mengajar pada SD tertentu. Kurangnya guru ini, terutama dialami oleh SD-SD negeri yang juga mengalami keminiman siswa.
Di SDN Wiropaten 2 Pasar Kliwon, mengalami kekurangan seorang guru kelas pada tahun ajaran ini. “Tahun ajaran kemarin, jumlah guru cukup, namun ada seorang guru yang diangkat menjadi Kepala SDN Purwosari Kulon, maka terjadi 1 kekosongan dan sampai sekarang belum mendapatkan gantinya,” kata Kepala SDN Wiropaten 2, Tarwini.
Saat ini, di sekolah tersebut memiliki 9 guru yang terdiri dari seorang kepala sekolah, 5 orang guru kelas, seorang guru olah raga, seorang guru agama, dan seorang guru Wiyata Bakti (WB) yang mengajar Bahasa Inggris. “Guru WB hanya datang saat ada jam pelajarannya saja, karena ketidakmampaun sekolah juga untuk menggaji full apabila guru tersebut datang sehari penuh,” jelasnya.
Tugas-tugas administrasi yang juga dijalankan oleh guru membuat guru-guru kewalahan karena pekerjaan yang harus diselesaikan semakin banyak. “Karena jumlah guru yang sangat pas bahkan kurang, ketika ada guru yang sakit, kami harus benar-benar membagi pekerjaan dengan cermat,” katanya.
Untuk masalah ini, pihaknya sudah melaporkan ke pihak Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) dan sudah ada tanggapan namun karena jumlah guru SD yang kurang, pihak Dinas Dikpora belum dapat memenuhi permohonan SDN Wiropaten 2. Mengenai hal ini, Tarwini memakluminya.
Dilaporkan oleh Niar/Timlo.netFoto Terkait
Berita Terkait
Komentar Anda
Belum ada komentar

Tulis Komentar