• Jumat, 18 Mei 2012
Minimnya Jumlah Murid di SD Negeri

Regulasi Kuota 36 Siswa Per Kelas Harus Tegas

Cornelia Niar Riani - Timlo.net
Selasa, 27 Juli 2010 | 16:19 WIB
  • Share
Dok. Timlo.Net/niar
2 siswa dalam 1 kelas. (27/7)

Solo – Melalui hasil Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang telah terlaksana beberapa waktu lalu, beberapa SD negeri di Solo mengalami minimnya jumlah murid.

Seperti yang dipantau Timlo.net, hal tersebut seperti terjadi di SDN Wiropaten 2 dan SDN Wiropaten 3, Pasar Kliwon. Kedua sekolah tersebut terletak sekomplek dengan SDN Wiropaten 1. Pada tahun ajaran 2010/2011 ini, 12 siswa mendaftar dan diterima di SDN Wiropaten 2. Sedangkan di SDN Wiropaten 3, yang kini menduduki kelas 1 SD adalah 14 siswa. Total siswa dari masing-masing SD tersebut adalah 92 dan 62 siswa.

Kepala SDN Wiropaten 2, Tarwini, mengungkapkan bahwa letak sekolahnya berada di cekungan antara SDN Wiropaten 2 dan 3 sehingga tak terlihat dari sisi manapun ketika orang lewat. Selain itu juga pada banjir beberapa tahun lalu beberapa kali mengenai sejumlah kelas. “Mungkin hal tersebut adalah beberapa sebab terjadinya keminiman siswa di sekolah ini,” lanjutnya.

Jumlah tersebut termasuk kategori minim karena kuota per kelas yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) adalah 36 siswa. Apabila 1 kelas hanya memiliki 1 lokal, setidaknya dalam sebuah SD jumlah siswa keseluruhan adalah 216 siswa. “Namun pada tahun ini ada peningkatan yang cukup signifikan dibanding tahun lalu yang hanya mendapatkan 5 siswa,” kata Sugeng Wisnu Haryadi, Kepala SDN Wiropaten 3.

Kelima siswa yang mendaftar dan diterima di SDN Wiropaten 3 tahun lalu, bahkan kini menyusut hanya tinggal 2 siswa. Sugeng menjelaskan bahwa hal tersebut terjadi karena 2 siswa di antaranya pindah ke luar kota mengikuti orang tuanya sedangkan 1 lainnya mengalami putus sekolah.

Mengenai minimnya jumlah tersebut, pihaknya mengatakan hal senada dengan Tarwini bahwa akses masuk ke SDN Wiropaten 3 sulit dan bangunannya tak tampak dari jalan. “Untuk menuju sekolah ini, harus melalui SDN Wiropaten 1 atau jalan tembus dari masjid yang terletak di samping sekolah. Maka dari itu, SDN Wiropaten 1 dapat memiliki murid yang cukup dibandingkan SDN Wiropaten 2 dan 3,” jelasnya.

Sugeng juga menerangkan bahwa pihak sekolah akan terus berusaha dengan berbagai pihak seperti tetangga dan pendekatan ke TK-TK sekitar agar masalah minimnya murid di sekolah yang dikepalainya dapat teratasi. “Salah satu yang membuat kami semangat adalah salah seorang siswa kelas 2 bernama Fara Enova. Meskipun di kelasnya ia hanya belajar berdua dengan temannya, ia memiliki prestasi yang baik, keaktifan dan semangatnya patut diacungi jempol. Jarang-jarang saya menemukan peserta didik yang seperti dia,” ungkapnya. Untuk mengatasi masalah tersebut, ia juga berharap supaya Dinas Dikpora memberlakukan regulasi yang jelas dan tegas mengenai kuota 36 siswa per kelas, maksudnya jangan sampai di sebuah sekolah ada kelas yang melebihi kuota tersebut sehingga dapat terjadi pemerataan. “Sejauh ini kami memang tidak terlalu mempermasalahkan jumlah murid, yang penting seluruh ilmu dapat tercurah kepada siswa dengan baik. Namun sudah sepantasnyalah saya bersama masyarakat luas megusahakan bertahannya sekolah ini,” urainya.

         

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*


*

 

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

iklan innity

google adsense

Minicaster Radio Playhead

To listen you must install Flash Player. Visit Draftlight Networks for more info.

iklan al-azhar

iklan mettafm